Senin, 26 Mei 2008

Strategi belajar dengan aneka sumber

STRATEGI BELAJAR DENGAN ANEKA SUMBER

Oleh:Bambang Suratno, Moh. Nur Huda, Kartini, Rinawati Harini, Indah Tusmiati

A. Pendahuluan

Untuk meningkatkan gairah siswa dalam belajar, siswa perlu diberi kesempatan untuk mencari data dari berbagai sumber agar dapat belajar dengan sebaik-baiknya. Dengan menggunakan berbagai media pengajaran siswa tidak hanya menggunakan alat pendengaran untuk mendapatkan pelajaran, tetapi dengan melalui pengadaan variasi tampilan dan alat indera lain yang digunakan diharapkan siswa akan semakin terpacu di dalam belajar. Di sinilah pentingnya media dalam pembelajaran.

Untuk menyalurkan pesan dalam proses pembelajaran dengan bantuan media akan mempermudah siswa untuk memahami, mengerti, serta mengingat materi yang disampaikan oleh guru. Namun demikian guru dituntut dapat memiliki, menciptakan, dan menggunakan media sesuai dengan tujuan, jenis materi, dan strategi yang digunakan.

B. Pengertian Strategi dan Sumber Belajar

1. Pengertian Strategi

Secara umum strategi belajar diartikan sebagai tingkah laku dan pemikiran yang dilakukan oleh siswa yang bertujuan untuk mempengaruhi hasil dari sebuah proses (Weinstein & Major 1986:315). Chamot (2004:14) mendefinisikan strategi belajar sebagai pikiran dan tindakan sadar yang dilakukan oleh siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pada mulanya strategi belajar berasal dari ilmu pengetahuan kognitif, dengan asumsi dasar bahwa manusia memproses informasi dan belajar termasuk bentuk dari memproses informasi tersebut, strategi ini bisa digunakan dalam belajar dan mengajar apapun. Sehubungan dengan konteks belajar mengajar, Trone (1983) menjelaskan strategi belajar bahasa merupakan usaha untuk meningkatkan kompetensi linguistik dan sosiolinguistik bahasa sasaran.

2. Pengertian Sumber Belajar

Para ahli di bidang pendidikan memaparkan definisi sumber belajar, sebagai berikut:

Sumber belajar menurut AECT , meliputi semua sumber yang dapat

digunakan oleh pelajar baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan,

biasanya dalam situasi informasi, untuk memberikan fasilitas belajar. Sumber itu meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan tata tempat.

Sumber belajar dibedakan menjadi 2 jenis: a)sumber belajar yang direncanakan, yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen system instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal dan b)sumber belajar karena dimanfaatkan, yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus didisain untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan dan digunakan untuk keperluan belajar.

Sudjana (1989), menuliskan bahwa pengertian Sumber Belajar bisa diartikan secara sempit dan secara luas. Pengertian secara sempit diarahakan pada bahan-bahan cetak. Sedangkan secara luas tidak lain adalah daya yang bisa dimanfaatkan guna kepentingan proses belajar mengajar, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Menurut Dictionary of Instructional Technology (1986), any resources

(people, instructional materials, instructional hardware, etc) which may be used bay a learner to bring about or facilitate learning.

Percival & Ellington (1988) mengatakan bahwa sumber belajar yang dipakai dalam pendidikan atau latihan adalah suatu system yang terdiri dari sekumpulan bahan atau situasi yang diciptakan dengan sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual. Sumber belajar inilah yang disebut media pendidikan atau media instruksional. Untuk menjamin bahwa sumber belajar adalah sebagai sumber belajar yang cocok, harus memenuhi 3 peryaratan sebagai berikut:

a. harus dapat tersedia dengan cepat

b. harus dapat memungkinkan siswa untuk memacu diri sendiri

c. harus bersifat individual, misalnya harus dapat memenuhi berbagi kebutuhan para siswa dalam belajar mandiri.

Dorrel (1993), learning resources is the phrase that will be used to describe

learning materials which includes videos, books, audio cassettes, CBT and IV

programs, together with learning packages which combine any of these media.

Menurut Seels & Richey (1994), sumber belajar adalah manifestasi fisik dari

teknologi - perangkat keras, perangkat lunak dan bahan pembelajaran. Dapat

dikategorikan dalam 4 jenis teknologi yaitu teknologi cetak, teknologi audiovisual, teknologi berazaskan komputer, dan teknologi terpadu.

· Teknologi cetak: cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan seperti buku-buku dan bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis.

· Teknologi Audiovisual : cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan mekanis dan elektronis untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan visual

· Teknologi berbasis komputer: cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada mikroprosesor.

· Teknologi terpadu: cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan beberapa jenis media yang dikendalikan komputer

C. Jenis-Jenis Sumber Belajar

Komponen-komponen sumber belajar yang digunakan di dalam kegiatan belajar mengajar dilihat dari keberadaan sumber belajar yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

Sumber belajar yang sengaja direncanakan dan sumber belajar yang tidak direncanakan tetapi dapat dimanfaatkan.

  1. Sumber belajar yang sengaja direncanakan (by design) yaitu semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.

2. Sumber belajar karena dimanfaatkan (by utilization) atau sumber belajar yang tidak direncanakan yaitu sumber belajar yang tidak secara khusus didesign untuk keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan dan digunakan untuk keperluan belajar. Sumber belajar yang tidak direncanakan pada dasarnya tidak direncanakan dalam kegiatan pendidikan namun karena keadaan dimungkinkan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan maka keadaan atau situasi tersebut dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Contoh Rumah Sakit pada awalnya hanya digunakan untuk kepentingan kesehatan suatu masyarakat, tetapi rumah sakit tersebut dapat digunakan sebagai sumber belajar apabila seseorang sedang membicarakan pokok bahasan tentang kesehatan.

Penggolongan sumber belajar menjadi dua bagian tersebut tidak mutlak. Masing-masing ahli dapat membagi berdasarkan pengetahuannya masing-masing. karyanya “The Definition of Educational Technology (1977) mengklasifikasikan sumber belajar menjadi 6 macam:

1. Pesan (Message) ialah informasi yang diteruskan oleh komponen lain dalam bentuk ide atau gagasan, fakta, pengertian dan data.

2. Manusia (people) ialah orang yang bertindak sebagai penyimpan informasi sangatlah tepat apabila dikatakan bahwa manusia adalah sumber dari segala sumber belajar.

3. Bahan (materials) ialah perangkat lunak yang mengandung pesan disajikan kepada peserta didik dengan menggunakan perantara melalui alat/perangkat keras ataupun oleh dirinya sendiri.

4. Peralatan (device) ialah peralatan yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang tersimpan dalam bahan (materials).

5. Teknik/metode (tecnique) yaitu prosedur atau alur yang dipersiapkan dalam mempergunakan bahan pelajaran, peralatan situasi dan orang untuk menyampaikan pesan. Contoh sumber belajar yang dirancang adalah ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan sebagainya.

6. Lingkungan (setting) yaitu situasi atau suasana sekitar di mana pesan disampaikan/ditransmisikan baik lingkungan fisik, ruang kelas, gedung sekolah, atau nonofisik.

Menurut Sudjana sumber belajar adalah sebagai berikut:

  1. Sumber belajar tercetak, buku, majalah, brosur, koran, poster, denah, ensiklopedi, kamus dan lain-lain.
  2. Sumber belajar noncetak, film, slide,video, model, audio, cassete, transparansi, realita obyek.
  3. Sumber belajar yang berbentuk fasilitas: perpustakaan, ruangan belajar, lapangan olah raga.
  4. Sumber belajar berupa kegiatan: wawancara, kerja kelompok, observasi, simulasi, permainan dan lain-lain.
  5. Sumber belajar berupa lingkungan di masyarakat: taman, terminal, pasar, toko, pabrik, musium (Sudjana dan Rivai, (1989)

D. Tahap-Tahap Perkembangan Sumber Belajar

Eric Ashby (1977), seorang pemerhati pendidikan menjelaskan tahap-tahap perkembangan sumber belajar sebagai berikut:

1. Sumber belajar pra-guru. Tahap ini, sumber belajar utama adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok.

2. Lahirnya guru sebagai sumber belajar utama. Pada tahap inilah cikal bakal adanya sekolah.

3. Sumber belajar bentuk cetak.

4. Sumber belajar produk teknologi komunikasi. Sumber ini dikenal dengan istilah audio visual aids yaitu sumber belajar dari bahan audio (suara), visual (gambar), atau kombinasi dari keduanya dalam sebuah proses pembelajaran.

E. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan ketika Memilih Sumber Belajar

Ada sejumlah pertimbangan yang harus diperhatikan, ketika akan memilih sumber belajar, yaitu:

1. Bersifat ekonomis dan praktis (kesesuaian antara hasil dan biaya).

2. Praktis dan sederhana artinya mudah dalam pengaturannya.

3. Fleksibel dan luwes, maksudnya tidak kaku dalam perencanaan sekaligus pelaksanaannya.

4. Sumber sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dan waktu yang tersedia.

5. Sumber sesuai dengan taraf berpikir dan kemampuan siswa.

6. Guru memiliki kemampuan dan terampil dalam pengelolaannya.

E. Tahap-Tahap Perkembangan Sumber Belajar

Eric Ashby (1977), seorang pemerhati pendidikan menjelaskan tahap-tahap perkembangan sumber belajar sebagai berikut:

1. Sumber belajar pra-guru. Tahap ini, sumber belajar utama adalah orang dalam lingkungan keluarga atau kelompok.

2. Sumber belajar dengan guru sebagai pusat atau sumber belajar.

3. Sumber belajar dengan guru dan media

F. Manfaat Belajar Berbasis Aneka Sumber

Belajar berbasis aneka sumber memberikan berbagai keuntungan antara lain:

  1. Selama pengumpulan informasi terjadi kegiatan berpikir yang kemudian akan menimbulkan pemahaman yang mendalam dalam belajar (McFarlane, 1992)
  2. Mendorong terjadinya pemusatan perhatian terhadap topik sehingga membuat peserta didik menggali lebih banyak informasi dan menghasilkan hasil belajar yang lebih bermutu (Kulthan, 1993)
  3. Meningkatkan ketrampilan berpikir seperti ketrampilan memecahkan Sejalan dengan perkembangan ilmu dan teknologi, sumber belajar semakin lama semakin bertambah banyak jenisnya, sehingga memungkinkan orang dapat belajar mandiri secara lebih baik.

Pergeseran dari era industri ke era informasi menuntut perubahan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Di era informasi, peserta didik setiap saat dihadapkan pada berbagai informasi dalam jumlah jauh lebih banyak dibandingkan pada masa-masa sebelumnya.

Informasi tersebut disebarkan melalui berbagai media baik cetak maupun

elektronik, dari yang berteknologi sederhana sampai yang sudah canggih seperti

penggunaan CD-ROM, internet dan sebagainya.

Jika peserta didik tidak dipersiapkan untuk dapat memberi makna

terhadap informasi, menciptakannya menjadi pengetahuan, menggunakan serta

tertinggal. Begitu juga ditempat kerja, Rose & Nicholl (1997) mengemukakan

bahwa pengetahuan meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun dalam

hampir setiap lapangan pekerjaan. Ini berarti bahwa pengetahuan yang kita miliki

juga harus meningkat dua kali lipat setiap dua atau tiga tahun kalau ingin

bertahan.

Daftar Pustaka

AECT (1977), Definisi Teknologi Pendidikan, Jakarta:Penerbit CV.Rajawali.

Brown, Sally & Brenda Smith (1996), Resource-based Learning,London: Kogan

Page Limited.

Dorrell, Julie (1993), Resource Based Learning, London: Mc.Graw-Hill Book

Company.

Ellington, Henry & Duncan Harrris (1986), Dictionary of Instructional Technology,

London: Kogan Page.

Percival, Fred & Henry Ellington (1988), Teknologi Pendidikan, Jakarta: Penerbit

Erlangga

Rose, Collin & Malcolm Nicholl (1997), Accelerated Learning for the 21st Century,

London: Judy Piathus.

Seels, Barbara B, & Rita C.Richey (1994), Teknologi Pembelajaran, Definisi dan

Kawasannya,Jakarta: Unit Percetakan UNJ.

Sabtu, 24 Mei 2008

tugas 3
















KOREA SELATAN, THE TIGER OF EAST ASIA


Korea
Republik Korea (bahasa Korea yaitu Daehan Minguk), Republik of Korea/ ROK biasanya dikenal dengan nama Korea Selatan, adalah Negara yang terletak di kawasan Asia Timur yang meliputi bagian selatan Semenanjung Korea. Disebelah utaranya adalah Korea Utara , yang sebelumnya bersatu dengan Korea Selatan sampai tahun 1948. Disebelah timur Laut Jepang, serta disebelah tenggara Selat Korea. Ibukota Korea Selatan adalah Seoul.
Korea pada awalnya adalah negara kecil dan miskin di dunia, sama seperti negara-negara miskin yang ada di Afrika. Kehidupan perekonomian didasarkan pada hasil pertanian. Adanya Perang Korea menyebabkan negeri ini semakin hancur. Namun dalam perkembangan waktu ternyata Korea tumbuh menjadi Negara maju di Asia Timur. Karena Korea adalah negara miskin dengan sumber daya alam sangat terbatas maka supaya bisa lepas dari jeratan kemiskinan dalam iklim usaha di dalam negeri diarahkan dengan orientasi eksport. Hal ini menyebabkan Korea harus berusaha keras agar bisa masuk dalam persaingan ekspor dunia dan bisa menguasai pasar ekspor dunia.

Perekonomian
Pada tahun 1963, GDP perkapita Korea $100, meningkat menjadi $10.000 di tahun 1995, dan $25.000 pada tahun 2007. dan diramalkan oleh Goldman Sachs pada tahun 2050 akan meningkat menjadi $81.000. Dari lajunya perkembangan GDP ini, Korea dapat menunjukkan pada dunia sebagai negara paling cepat laju perekonomiannya.
Pada awalnya perekonomian oleh pemerintah dibangun dengan mengembangkan industri standar negara berkembang seperti tekstil, sepatu disertai dengan infrastruktur, dan sumber daya manusia. Sedang supaya bisa menguasai dunia dibangun industri berat seperti baja, otomotif, semikonduktor, elektronik, kapal.
Korea Selatan sekarang termasuk salah satu dari Empat Macan Timur, pertumbuhan ekonomi yang cepat membawa negeri ini dalam urutan ke 12 terbesar di dunia. Pada tahun 2004 Korea Selatan bergabung dengan “klub” dunia ekonomi trilyunan dolar. Di tahun 1980 Korea membuat sebuah ikatan bisnis-pemerintah yang dekat, termasuk kredit langsung, pembatasa


Kebijakan ekonomi
Dukungan kuat dalam dunia usaha selalu diupayakan oleh pemerintah Korea. Seperti pengadaan infrasruktur yang mendukung dunia usaha, pemberian modal murah, pemberlakuan pajak murah bagi pelaku industri unggulan, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. Orang-orang yang duduk sebagai birokrat diupayakan dengan pengawasan yang tinggi agar punya disiplin tinggi kelas dunia, dan hanya orang-orang terbaik yang bisa duduk di kursi birokrasi.

Kebijakan teknologi dan pendidikan
Korea sangat memperhatikan kemajuan teknologi negaranya. Berbagai pengetahuan dan perkembangan teknologi di dunia diusahakan bisa diterapkan di korea. Korean Atomic Energy Commision didirikan pada tahun 1959, dibentuknya Kementrian Sains dan teknologi tahun 1960, dan untuk riset industrial dibentuk Institute of Science and Technology.
Dalam dunia pendidikan diupayakan, proses pembelajaran sains dan teknologi dilakukan secara besar-besaran dan mendapat perhatian yang serius dari pemerintah. Para ilmuwan asing didatangkan ke Korea dan teknologi baru di dunia di serap habis-habisan dengan dukungan dana yang sangat besar dari pemerintah, persis seperti Jepang ketika membangun negerinya setelah hancur akibat PD II. Riset dan penelitian adalah kunci utama agar produk dan mutu selalu up to date di dunia, dan dapat memberi kepuasan pada konsumen.
Korea mempunyai ambisi di dunia pendidikan, agar nilai matematika dan sains bisa mencapai nilai tertinggi dalam skala dunia. Berbagai usaha dilakukan pemerintah untuk memajukan universitas agar sejajar dengan universitas kelas dunia seperti Harvard, dan MIT. Pemerintah sangat menghargai para ilmuwan baik dari dalam Korea sendiri maupun dari luar. Contohnya Alia Sabur, gadis usia 19 tahun dari Amerika keturunan Iran yang mengajar di Universitas Konkuk, Seoul, Korea Selatan adalah professor termuda di dunia. yang penting kemajuan dibidang pendidikan dan teknologi bisa mengangkat Korea sebagai Korea Branded.
Berawal pada tahun 1970, pemerintah Korea sudah menganggarkan 20% dari anggarannya negaranya untuk akselerasi pendidikan. Untuk menciptakan generasi cerdas, anak –anak didorong untuk belajar dikampus-kampus terkenal dunia. Ternyata usaha Korea ini telah menunjukkan hasilnya. Tingkat IQ secara nasional mencapai peringkat tertinggi di dunia, dan anak-anak Korea memiliki ranking teratas dalam matematika, sains, problem solving, dan membaca.

Peran Chaebol
Para pengusaha besar seperti Hyundai, Samsung, LG ternyata sangat memperhatikan kepentingan negaranya. Mereka adalah nasionalis sejati , berjuang mati-matian menembus dan menguasai pasar dunia untuk kemajuan negaranya, baik dengan bantuan pemerintah maupun dengan dana sendiri.




Produk Canggih
Korea Selatan mempunyai perusahaan elektronik terbesar di dunia, yaitu Samsung , dimana pada tahun 2005 mendapat Interbrand sebagai merk paling popular di dunia. Produk andalan lainnya , LG “Prada” mendapat berbagai penghargaan di International Forum Design 2007. Produk dari Samsung dan LG ini dalam perkembangannya ternyata bisa menguasai dunia. LG disaat ini adalah perusahaan terbesar pembuat panel plasma, sementara Samsung termasuk konglomerat terbesar di dunia.
Korea secara intensif mengembangkan industri masa depan seperti bioteknologi, nano teknologi, teknologi informasi, robotika, serta teknologi ruang angkasa. Dan dalam dunia robotika, Korea mempunyai HUBO, robot humanoid ke dua di dunia yaitu robot dengan pemikiran seperti Einstein. Diprediksi pada tahun 2025 Korea menjadi pengguna robot terbesar di dunia.



Sumber

1. Judul : Telaah-Korea Selatan Memasuki Era Baru.
Alamat:
http://www.antara.co.id/arc/2008/3/2/telaah--korea-selatan-memasuki-era-baru/
Penulis: Bob Widyahartono MA.
2. Judul: Teori Ketergantungan Digantung
Alamat:
http://www.geocities.com/ekonomipolitik/ekopol/ariefb_dependencia.pdf
3. Judul: Kemajuan Ekonomi Korea Selatan
Alamat:
http://imperiumindonesia.blogspot.com/
Penulis: Eko Laksono
4. Judul: Korea Selatan
Alamat:
http://id.wikipedia.org/wiki/Korea%20Selatan
Penulis: Wikipedia
5. Judul: Melihat Indonesia dari Korea Selatan
Alamat:
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/01/22/melihat-indonesia-dari-%20%20korea-selatan/



Rabu, 26 September 2007

cara membuar organization chart

Membuat Organization Chart

Langkah-langkah membuat struktur organisasi adalah sebagai berikut:
Klik insert diagram or organization Chart pada toolbar Drawing atau klik menu bar Insert, kemudian klik diagram, kotak dialog terlihat dilayar.
Kl;ik pilihan Organization Chart pada kotak dialog tersebut.
Klik tombol Ok, kemudian ketik teks yang terdapat pada bagian Clik to add text.
Ket. Toolbar organization chart.
Insert shape = berfungsi untuk menambahkan Subordinate: kotak yang berada dibawah kotak yang dipilih, Coworker: kotak yang sejajar/ teman sekerja dan Assistant: kotak yang berada dibawah dan tidak sejajar dengan obyek yang berada dibawahnya.

Menyisipkan kotak (Shape) baru
Menyisipkan kotak organisasi (shape)ini terdiri dari coworker(teman sekerja dalam satu level),subordinate(kotak dibawah level yang dipilih) dan assistant.
Langkah menyisipkan Coworker :
1. Klik Kotak yang diinginkan yang telah dibuat.
2. Klik tombol Insert Shape pada toolbar Organization Chart, kemudian klik pilihan Coworker.
3. Klik teks pada bagian clik to add text.
Langkah menyisipkan Subordinate
1. Klik kotak yang diinginkan
2. Klik tombol insert Shape pada toolbar organization Chart, kemudian klik pilihan Subordinate.
3. Ketik teks pada bagian clik to add text
Langkah menyisipkan Assistant
1. klik kotak yang diingikan
2. Klik tombol insert shape pada toolbar Organization Chart, kemudian klik pilihan assistant.Ketik teks pada bagian clik to add text